Jumlah pengaduan yang diterima selama Semester I sebanyak 11 pengaduan. Analisis dilakukan berdasarkan tiga aspek, yaitu kanal pengaduan, jenis pengaduan, dan status penyelesaian.
1. Diagram Kanal Pengaduan

Rekapitulasi Kanal Pengaduan
| Kanal Pengaduan | Jumlah | Persentase |
| Tatap muka | 9 | 81,8% |
| Media sosial (Instagram/WhatsApp) | 2 | 18,2% |
| Total | 11 | 100% |
Deskripsi
Diagram menunjukkan bahwa tatap muka menjadi kanal pengaduan yang paling banyak digunakan dengan 9 pengaduan (81,8%). Hal ini menunjukkan bahwa warga sekolah maupun orang tua masih lebih memilih menyampaikan pengaduan secara langsung kepada guru atau pihak sekolah karena dianggap lebih efektif untuk memperoleh penanganan segera.
Sementara itu, 2 pengaduan (18,2%) disampaikan melalui media sosial, yaitu Instagram dan WhatsApp. Penggunaan media sosial hanya menjadi sarana penyampaian laporan, sedangkan substansi pengaduannya tetap berkaitan dengan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah.
2. Diagram Jenis Pengaduan

Rekapitulasi Jenis Pengaduan
| Jenis Pengaduan | Jumlah | Persentase |
| Perilaku/konflik antarmurid | 9 | 81,8% |
| Kedisiplinan murid | 1 | 9,1% |
| Dugaan perundungan | 1 | 9,1% |
| Total | 11 | 100% |
Deskripsi
Diagram menunjukkan bahwa pengaduan mengenai perilaku atau konflik antarmurid merupakan jenis pengaduan yang paling banyak diterima, yaitu sebanyak 9 pengaduan (81,8%). Kategori ini meliputi berbagai bentuk perselisihan antarmurid, perkelahian, tindakan fisik, perilaku yang mengganggu teman, hingga tindakan yang memerlukan pembinaan dan mediasi oleh pihak sekolah.
Selanjutnya terdapat 1 pengaduan (9,1%) mengenai kedisiplinan murid, yaitu ketidakhadiran murid dalam kegiatan salat Dhuhur berjamaah sehingga memerlukan pembinaan serta koordinasi dengan orang tua.
Selain itu terdapat 1 pengaduan (9,1%) berupa dugaan perundungan. Pengaduan ini diterima melalui media sosial (Instagram/WhatsApp), namun media tersebut hanya berfungsi sebagai kanal penyampaian pengaduan, sedangkan substansi yang ditangani oleh sekolah adalah dugaan perundungan terhadap murid.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa permasalahan yang paling dominan masih berkaitan dengan interaksi sosial antarmurid, sehingga penguatan pendidikan karakter, penyelesaian konflik secara damai, serta pencegahan perundungan perlu terus menjadi fokus pembinaan sekolah.
3. Diagram Status Penyelesaian Pengaduan

Rekapitulasi Status Penyelesaian
| Status Penyelesaian | Jumlah | Persentase |
| Selesai ditindaklanjuti | 11 | 100% |
| Dalam proses | 0 | 0% |
| Belum ditindaklanjuti | 0 | 0% |
| Total | 11 | 100% |
Deskripsi
Diagram menunjukkan bahwa seluruh pengaduan yang diterima pada Semester I telah selesai ditindaklanjuti (100%). Tidak terdapat pengaduan yang masih berada dalam proses penyelesaian maupun yang belum ditangani.
Tindak lanjut yang dilakukan sekolah disesuaikan dengan karakteristik setiap kasus, meliputi klarifikasi kepada pihak yang terlibat, pembinaan kepada murid, mediasi, koordinasi dengan orang tua/wali, serta pemantauan lanjutan terhadap perkembangan perilaku murid. Hasil ini menunjukkan bahwa mekanisme pengelolaan pengaduan di sekolah telah berjalan secara responsif dan efektif dalam memberikan penyelesaian terhadap setiap pengaduan yang diterima.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis terhadap 11 pengaduan yang diterima selama Semester I Tahun Ajaran 2025/2026, dapat disimpulkan bahwa:
- Tatap muka merupakan kanal pengaduan yang paling banyak digunakan (81,8%), sedangkan Instagram dan WhatsApp hanya digunakan sebagai media penyampaian laporan (18,2%).
- Perilaku atau konflik antarmurid merupakan jenis pengaduan yang paling dominan (81,8%), disusul oleh kedisiplinan murid dan dugaan perundungan yang masing-masing sebesar 9,1%.
- Seluruh pengaduan (100%) telah memperoleh tindak lanjut dan dinyatakan selesai, menunjukkan bahwa sistem penanganan pengaduan di sekolah telah berjalan secara efektif, akuntabel, dan kolaboratif melalui keterlibatan guru, orang tua/wali, serta pihak-pihak terkait.